Ceritanya, tadi pagi aku dikasih uang Rp400.000,- untuk beli pin SMUP. Dan dalam keadaan masih stres karena soal-soal TO Kimia, aku go away ke bank BNI di Garut kota. Tapi sebelumnya, aku bikin surat keterangan tidak buta warna dulu di Puskesmas deket sekolah. Ternyata, proses untuk bikin surat keterangan itu tidak ribet. Bayar uang pendaftaran Rp5.000,00, terus disuruh baca buku, dikasih deh suratnya.
Di Bank BNI, aku dapet antrian ke 313. "Okay, I'm ready to waitting," dalam hatiku sebelum melihat nomor antrian di papan. Ternyata saat aku datang, baru antrian ke 217. What The ... Itu artinya, aku harus menunggu 94 orang, baru bisa daftar. Oh, okay, aku pulang dulu akhirnya ke rumah. Saat itu, sekitar pukul 12.30.
Di rumah, aku sempat macem-macem dulu. Makan, ganti baju, main internet, sholat, setelah itu, baru balik lagi sama Mamau. Aku nyampe di Bank sekitar pukul 14.00 ketika nomor antrian di papan sudah mencapai angka 912. Tidak terlalu lama. Akupun menunggu dengan sabar.
310, 311, 312, yup.. ntar lagi 313. "Antrian nomor 3-1-3, silahkan ke counter 3." Langsung aku meloncat keluar. Tapi, uups.. ternyata aku harus mengisi blanko penyetoran dulu. Jadi, aku balik dulu keluar antrian, menunggu antrian 314 selesai, baru kembali lagi ke counter.
Penantianku tidak berhenti begitu saja. Tidak seperti saat mendaftar IT Telkom, pendaftaran SMUP UNPAD ini sangat lama dan tidak 'taktis'. Jelas-jelas di sini kita harus membeli PIN dulu alias bayar dulu ke Bank baru bisa melakukan pendaftaran. (seperti waktu membayar IT Telkom). Tapi aku malah diomelin sama mba-mba - yang aku ketahui bernama Noviyanti - karena tidak memberikan PIN pendaftaran. Woiii.. Gua ke Bank, kan mau beli PIN..!!! Malah, aku dibilang tidak mengikuti prosedur yang benar. Whateverlaaah... Yang penting tugas aku buat beli PIN bisa selesai secepatnya.
Dan, here we go. Akhirnya aku mendapatkan bukti pendaftaran, nomor jurnal, dan PIN yang akan digunakan untuk pendaftaran. Tapi, aku masih bingung mau daftar apa.
0 komentar:
Poskan Komentar